Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Menang Melawan Diri Sendiri

​Sore itu, anakku menangis dan tantrum tanpa sebab menjelang waktu tidur. ​Awalnya diriku sabar dan tenang. Begitu teriakkan dan tangisnya sudah berlangsung di atas 20 menit, kesabaranku sudah hampir habis. ​Meski begitu, tetap kuusap-usap anak manisku, kupijit-pijit kakinya, ia masih juga berontak, kupeluk lagi, kuusap lagi punggungnya. ​Tangis dan tantrum tetap berlangsung lama. Kesal dan marah bergumul di dadaku dan sudah hampir termuntahkan dari kerongkongan. ​Teringat teori conscious parenting yang sudah genap kupelajari. ​Kutarik napas dalam, kuambil Al-Ma'tsurot dan kubaca sambil mengusap rambutnya. Tangisnya masih ada namun berjeda, tidak terus-menerus, lama-kelamaan mereda. ​10 menit tak terasa berlalu, Al-Ma'tsurot sudah habis kubaca, kami berpelukan, kuusap-usap kepalanya dan kupijit-pijit kakinya. ​Tangisnya mereda, hampir 1 jam kami melalui proses tersebut. Aku lega, marahku tidak berubah menjadi bentakkan yg mungkin akan membuat luka di hatinya, kesalku tidak b...

Perjalanan Membaca di Tahun 2025

Di awal tahun, aku menetapkan angka target membaca 25 buku dalam 1 tahun ini. Yaaa.. 25 in 25 (supaya cantik) Alhamdulillah tercapai, bahkan melebihi target! *celebrating my small win* Jika selama ini aku menghabiskan banyak buku non-fiksi, tahun ini aku melahap banyak buku-buku fiksi. Dari buku-buku fiksi, aku berkelana ke dunia yang belum pernah kudatangi, aku melihat dari perspektif yang belum pernah kubayangkan, aku mendengar suara yang selama ini begitu jauh, dan aku merasakan banyak perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Hatiku penuh. Benar kata J.S Khairen, buku fiksi untuk hati, non-fiksi untuk otak. Bacalah keduanya. Selain itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku termotivasi mengikuti reading challenge dari bbbbookclub (Buibu Baca Buku Book Club), dan tahun ini aku semakin termotivasi karena komunitas ini mengadakan pertemuan offline ! di Depok. Tepatnya di Aksata Coffee & Library. Semangatku selalu tumbuh saat berangkat dan hatiku selalu penuh saat p...

Menikah: adjust everything consciously, sincerely.

Refleksi 7 tahun pernikahan (jelang 8). Saya dan suami menikah karena teman sekolah dulunya. Sepakat menikah karena melihat karakter-karakter yang disukai dan kiranya cocok sebagai teman perjalanan. Visi kami menikah untuk membangun generasi islami dan berjuang di dunia agar dapat berkumpul kembali di surga kelak, lillahi ta'ala. Menyadari sepenuhnya bahwa menikah adalah ibadah terlama, jalan yang kami tempuh tentunya panjang. Bukan cinta yang sementara yang kami harap, namun cinta yang menetap dan senantiasa dirawat agar tumbuh subur. Bersyukur memutuskan menikah bukan dalam keadaan hati terlampau berbunga-bunga, melainkan melalui istikhoroh serta hati yang tenang; dengan mindful. Saat menjalani kehidupan rumah tangga, murni berisi syukur dan sabar. Syukur atas apa yang disenangi dan sabar atas apa yang tidak sesuai ekspektasi. Cinta adalah kata kerja, bukan sebatas rasa. Cinta adalah usaha untuk saling membentuk harmoni. Baik suami maupun istri, memiliki latar serta kebiasaan kel...