Postingan

Menjaga Fitrah Belajar

Saat memilih SD untuk Tsabit, aku ingat benar, bahwa sekolah sekarang tidak menggunakan sistem ranking. Aku cukup lega karena aku ingin memupuk motivasi belajar secara internal kepada anak-anakku. Bahwa belajar karena suka. Belajar karena dengan belajar ilmu semakin bertambah. Bahwa dengan belajar, pengetahuan semakin luas. Bahwa dengan banyak memahami, kita dapat menjadi bijaksana. Aku menyadari bahwa buku paket dari sekolah anakku hanyalah rangkuman dari banyaknya ilmu pengetahuan di dunia. Misalnya, tema tentang air hanya dibahas dalam dua lembar di sekolah SD Tsabit. Atau tema transportasi yang dibahas dalam lima hari pertemuan di sekolah TK Qiya. Padahal, satu tema saja bisa membawa kita pada begitu banyak pertanyaan. Mengapa Allah menciptakan air? Bagaimana hujan bisa turun? Mengapa laut asin? Bagaimana pesawat bisa terbang? Karena itu, aku mengajak anak-anak berdiskusi banyak saat di rumah. Aku ingin mereka memahami bahwa belajar tidak sebatas di dalam gedung sekolah. Karena itu...

To Be Loved Like This

Semalam, suamiku mengajakku duduk berdua, dan seperti biasa, suamiku menasihatiku to the point.  Aku merasa nasihat suamiku berharga, oleh karenanya akan kurangkum dalam beberapa poin utama: ​ ATENSI Waktumu dalam sehari, hanya 24 jam. Porsi atensi yang digunakan untuk hal yang bukan prioritas atau hal yang kurang bermanfaat, akan semakin menjauhkanmu dari tujuan awal. Aku tidak mau atensi istriku ada pada kehidupan orang lain atau bahkan gosip selebgram, aku mau atensi istriku ada pada pengembangan diri dan keluarga, aku mau atensi istriku pada ilmu pengetahuan . ​ DUKUNGAN Suamiku bilang: Kamu mau hidup santai seperti sekarang, aku dukung. Kamu mau susah payah mengejar cita-cita kamu juga aku dukung. Tapi jangan mengharapkan hasil yang berbeda dari proses. Hasil itu bergantung pada keputusan-keputusan kecil yang kamu buat setiap harinya. ​ GROWTH MINDSET Growth mindset itu kalau dalam islam seperti husnuzhon. Kamu berusaha karena kamu yakin akan ada hal baik kalau kamu berusaha. ...

Top 5 (+1) Ayat Al-Qur'an yang Paling Berkesan di Hidupku

Gambar
1. Q.S Al-Mu'minun 1-11 (Tentang warisan terindah) Ketika masa orientasi siswi SMP, kami diminta menghafalkan surat ini. Diawali ayat pertama: Qod aflahal mu'minun (sungguh beruntung orang beriman), Allah lalu menjelaskan sifat orang beriman dari ayat pertama sampai ayat 9. Lalu di ayat 10 dan 11 langsung deg.. nangis.. indah sekali kata-kata ini. Mewarisi harta ❌️, mewarisi sifat ❌️, mewarisi kecantikan ❌️ Mewarisi surga firdaus, dan kekal di dalamnya ✅️✅️✅️🥺🥺🥺 2. Q. S Al-Hijr: 16 (Hadiah untuk penatap langit) Menemukan angka unik: Juz ke-14, Surah ke-15, Ayat ke-16.  Aku yang senang memandang langit sejak dulu, merasa ayat ini adalah hadiah dari Allah. "Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya indah bagi orang yang memandang(nya)." So sweet banget 🥹💖 3. Q.S An-Nisa: 9 (Parenting & generasi yang kokoh) Sebelum dan ketika menjadi orangtua, diriku senang dengan ilmu parenting dan tertarik dengan segala hal tentang nurturi...

Journal of Gratitude as A Mom

Hari yang biasa di rumah kami, akan tetapi malam ini, ketika anak-anak sudah terlelap, aku ingin mengenangnya melalui tulisan. Sebab aku yakin, perasaan hangat dan penuh ini datangnya dari Allah. Aku ingin menuliskannya sebagai wujud syukur. Sejak Ramadhan, aku menjadi lebih sering memasak alias back to the kitchen. Anak-anak selalu lahap memakan masakanku dan itu cukup membuatku terharu. Sore ini, anak-anakku juga makan dengan lahap. Momen berbuka puasa bersama di rumah membuat kami berempat menjadi lebih dekat, dan itu membuat anak-anakku semakin riang dan bersemangat. Semoga setelah bulan Ramadhan ini, kami tetap konsisten untuk menyediakan waktu makan bersama yang berkualitas (tanpa distraksi). Syukurku yang berikutnya, Jika ditarik 3 hari ke belakang, 3 hari berturut-turut anak-anakku makan daging sapi. Tumis daging giling, sop daging sapi, lalu hari ini semur daging. Aku menuliskannya sebagai syukur, karena biasanya kami menyajikan menu daging untuk 1 minggu sekali. Bersyu...

Menang Melawan Diri Sendiri

​Sore itu, anakku menangis dan tantrum tanpa sebab menjelang waktu tidur. ​Awalnya diriku sabar dan tenang. Begitu teriakkan dan tangisnya sudah berlangsung di atas 20 menit, kesabaranku sudah hampir habis. ​Meski begitu, tetap kuusap-usap anak manisku, kupijit-pijit kakinya, ia masih juga berontak, kupeluk lagi, kuusap lagi punggungnya. ​Tangis dan tantrum tetap berlangsung lama. Kesal dan marah bergumul di dadaku dan sudah hampir termuntahkan dari kerongkongan. ​Teringat teori conscious parenting yang sudah genap kupelajari. ​Kutarik napas dalam, kuambil Al-Ma'tsurot dan kubaca sambil mengusap rambutnya. Tangisnya masih ada namun berjeda, tidak terus-menerus, lama-kelamaan mereda. ​10 menit tak terasa berlalu, Al-Ma'tsurot sudah habis kubaca, kami berpelukan, kuusap-usap kepalanya dan kupijit-pijit kakinya. ​Tangisnya mereda, hampir 1 jam kami melalui proses tersebut. Aku lega, marahku tidak berubah menjadi bentakkan yg mungkin akan membuat luka di hatinya, kesalku tidak b...

Perjalanan Membaca di Tahun 2025

Di awal tahun, aku menetapkan angka target membaca 25 buku dalam 1 tahun ini. Yaaa.. 25 in 25 (supaya cantik) Alhamdulillah tercapai, bahkan melebihi target! *celebrating my small win* Jika selama ini aku menghabiskan banyak buku non-fiksi, tahun ini aku melahap banyak buku-buku fiksi. Dari buku-buku fiksi, aku berkelana ke dunia yang belum pernah kudatangi, aku melihat dari perspektif yang belum pernah kubayangkan, aku mendengar suara yang selama ini begitu jauh, dan aku merasakan banyak perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Hatiku penuh. Benar kata J.S Khairen, buku fiksi untuk hati, non-fiksi untuk otak. Bacalah keduanya. Selain itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku termotivasi mengikuti reading challenge dari bbbbookclub (Buibu Baca Buku Book Club), dan tahun ini aku semakin termotivasi karena komunitas ini mengadakan pertemuan offline ! di Depok. Tepatnya di Aksata Coffee & Library. Semangatku selalu tumbuh saat berangkat dan hatiku selalu penuh saat p...

Menikah: adjust everything consciously, sincerely.

Refleksi 7 tahun pernikahan (jelang 8). Saya dan suami menikah karena teman sekolah dulunya. Sepakat menikah karena melihat karakter-karakter yang disukai dan kiranya cocok sebagai teman perjalanan. Visi kami menikah untuk membangun generasi islami dan berjuang di dunia agar dapat berkumpul kembali di surga kelak, lillahi ta'ala. Menyadari sepenuhnya bahwa menikah adalah ibadah terlama, jalan yang kami tempuh tentunya panjang. Bukan cinta yang sementara yang kami harap, namun cinta yang menetap dan senantiasa dirawat agar tumbuh subur. Bersyukur memutuskan menikah bukan dalam keadaan hati terlampau berbunga-bunga, melainkan melalui istikhoroh serta hati yang tenang; dengan mindful. Saat menjalani kehidupan rumah tangga, murni berisi syukur dan sabar. Syukur atas apa yang disenangi dan sabar atas apa yang tidak sesuai ekspektasi. Cinta adalah kata kerja, bukan sebatas rasa. Cinta adalah usaha untuk saling membentuk harmoni. Baik suami maupun istri, memiliki latar serta kebiasaan kel...