Journal of Gratitude as A Mom

Hari yang biasa di rumah kami, akan tetapi malam ini, ketika anak-anak sudah terlelap, aku ingin mengenangnya melalui tulisan.

Sebab aku yakin, perasaan hangat dan penuh ini datangnya dari Allah.
Aku ingin menuliskannya sebagai wujud syukur.

Sejak Ramadhan, aku menjadi lebih sering memasak alias back to the kitchen.
Anak-anak selalu lahap memakan masakanku dan itu cukup membuatku terharu.

Sore ini, anak-anakku juga makan dengan lahap. Momen berbuka puasa bersama di rumah membuat kami berempat menjadi lebih dekat, dan itu membuat anak-anakku semakin riang dan bersemangat.

Semoga setelah bulan Ramadhan ini, kami tetap konsisten untuk menyediakan waktu makan bersama yang berkualitas (tanpa distraksi).

Syukurku yang berikutnya,
Jika ditarik 3 hari ke belakang, 3 hari berturut-turut anak-anakku makan daging sapi.
Tumis daging giling, sop daging sapi, lalu hari ini semur daging.
Aku menuliskannya sebagai syukur, karena biasanya kami menyajikan menu daging untuk 1 minggu sekali.

Bersyukur karena Allah menciptakan hewan ternak untuk kami konsumsi dagingnya, bersyukur karena Allah memberi rezeki agar kami mampu membelinya, serta bersyukur atas rezeki Allah berupa tangan dan insting yang mampu mengolahnya menjadi hidangan lezat nan bergizi.

Hari ini aku sedang haid, sehingga saat abinya anak-anak berangkat untuk tarawih, aku dan anak-anakku menuju kamar untuk persiapan tidur.

Sebelum tidur, anakku masing-masing minum segelas susu dan 2 sendok madu.
Kami minum susu diselingi cerita dan canda tawa.

Setelah mereka berkumur, aku membacakan kurang lebih 6 buah cerita.
Tentu saja bukan sekedar membaca, tetapi membaca interaktif, yakni dua arah, mendiskusikan tema cerita hingga gambar dalam cerita.

Ketika anak-anakku mulai mengantuk, aku bersegera mematikan lampu, membaluri mereka dengan minyak telon, serta memperdengarkan mereka dengan 1 juz murottal Al-Qur'an sebagai pengantar tidur.

Menuliskan ini membuatku sadar bahwa momen-momen 'biasa' inilah yang sebenarnya paling luar biasa.

Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzibaan..
Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah lagi yang kau dustakan.

Ya Allah berkahilah, jagalah, dan lindungilah keluarga kami selamanya.
Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istimror

Menikah: adjust everything consciously, sincerely.

Resensi Film: Rudy Habibie