Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

What I Take from Podcast Suara Berkelas: Maudy Ayunda & Bilal Faranov

Sebuah privilege: Kita cukup sehat dan tercukupi, sampai kita bisa mempertanyakan our internal soul's;  "Apa mimpi selanjutnya?" "What does our soul truly want?" "Apa yg akan/mau kita lakukan selanjutnya?" Karena apa? Karena orang sakit hanya ingin sehat. So, sehat dan tercukupi = PRIVILEGE. Karakter dari orang-orang di sekitar Maudy saat bersekolah: - Humility around curiosity (kerendahan hati dalam menghadapi rasa ingin tahu), yakni sadar kita bisa salah, tetap terbuka dengan pendapat orang lain, serta adaptif. - Memiliki genuine feeling dan desire for growth. - Sense of having two time horizons: >>Long-term vision (visi jangka panjang) >>Short-term action (langkah yang harus dilakukan sekarang), step by step. Sosial media adalah distraksi yg membuat bingung jika kita tidak punya goal >> mudah berubah-ubah ingin menjadi ini dan itu karena terlalu banyak pilihan. ↓ going offline, go to your inner circle → remember you who you are. ...

What I Take from Podcast Suara Berkelas: Sabrina Anggraini & Bilal Faranov

 - Motherhood itu justru memiliki andil besar dalam tujuan hidup seorang wanita; karena ia memiliki prioritas anak, ia akan menjadi lebih selektif dalam menilai kesempatan/tawaran, apakah ini worth it for me , apakah ini  waste my time , apakah ini fits my schedule/is flexible with my schedule >> sehingga hal-hal yang kurang bermanfaat untuk kehidupan kita akan otomatis kita cut . - Sebagai anak, yang kita ingat dari orangtua kita bukan hadiah besar, yang kita ingat dalam alam bawah sadar kita adalah gesture kecil orangtua kita >> apakah orangtua kita menunjukkan gestur senang dengan kehadiran kita, apakah orangtua kita peduli kepada kita, apakah orangtua kita sering mengabaikan kita. - Kita overthinking , karena secara nature , otak kita protects us from risks or pain that might happen ; terkadang overthinking membuat kita take no action /takut bertindak. - Belajar untuk melakukan methodological experiment terhadap hidup, lalu analyze and investigate the result...

To Be Loved Like This

Semalam, suamiku mengajakku duduk berdua, dan seperti biasa, suamiku menasihatiku to the point.  Aku merasa nasihat suamiku berharga, oleh karenanya akan kurangkum dalam beberapa poin utama: ​ ATENSI Waktumu dalam sehari, hanya 24 jam. Porsi atensi yang digunakan untuk hal yang bukan prioritas atau hal yang kurang bermanfaat, akan semakin menjauhkanmu dari tujuan awal. Aku tidak mau atensi istriku ada pada kehidupan orang lain atau bahkan gosip selebgram, aku mau atensi istriku ada pada pengembangan diri dan keluarga, aku mau atensi istriku pada ilmu pengetahuan . ​ DUKUNGAN Suamiku bilang: Kamu mau hidup santai seperti sekarang, aku dukung. Kamu mau susah payah mengejar cita-cita kamu juga aku dukung. Tapi jangan mengharapkan hasil yang berbeda dari proses. Hasil itu bergantung pada keputusan-keputusan kecil yang kamu buat setiap harinya. ​ GROWTH MINDSET Growth mindset itu kalau dalam islam seperti husnuzhon. Kamu berusaha karena kamu yakin akan ada hal baik kalau kamu berusaha. ...