Nasihat Suamiku

Semalam suamiku mengajakku duduk berdua dan seperti biasa, suamiku menasihatiku to the point, aku merasa nasihat suamiku berharga, oleh karenanya akan kurangkum dalam beberapa poin utama.


ATENSI

Waktumu dalam sehari, hanya 24 jam. Porsi atensi yang digunakan untuk hal yang bukan prioritas atau hal yang kurang bermanfaat, akan semakin menjauhkanmu dari tujuan awal.

Aku tidak mau atensi istriku ada pada kehidupan orang lain atau bahkan gosip selebgram, aku mau atensi istriku ada pada pengembangan diri dan keluarga, aku mau atensi istriku pada ilmu pengetahuan.


DUKUNGAN

Suamiku bilang:

Kamu mau hidup santai seperti sekarang, aku dukung.

Kamu mau susah payah mengejar cita-cita kamu juga aku dukung.

Tapi jangan mengharapkan hasil yang berbeda dari proses.

Hasil itu bergantung pada keputusan-keputusan kamu setiap harinya.


GROWTH MINDSET

Growth mindset itu dalam islam adalah husnuzhon.

Kamu berusaha karena kamu yakin ada hal baik kalau berusaha.

Bukan yang "yasudahlah hidupku begini saja, mau gimana lagi."

Growth mindset itu menerima masukan, mencerna, dan berpikir sebelum bereaksi.


APRESIASI

Aku mengapresiasi minat membacamu yang tinggi, aku mengapresiasi didikanmu terhadap anak-anak sehingga anak-anak tumbuh menjadi anak-anak yang sholih sholihah dan cerdas.

Aku yakin potensimu jauh lebih besar dari ini.


​Kesimpulan dari pembicaraan semalam:

• Aku akan uninstall distraksiku: sosial media IG dan threads.

• Aku akan membuat study plan 1 tahun.

• Aku akan menyusun skala prioritas

• Kalau aku mau update sesuatu, bisa dialihkan ke diary, jurnal pribadi, atau blogspot.

Semoga ketika aku membaca tulisan ini beberapa bulan atau beberapa tahun lagi, aku bisa tersenyum karena berhasil menepati komitmen yang kutulis hari ini.

Bismillah, semoga Allah memudahkan setiap langkah ikhtiar ini.

​ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istimror

Resensi Film: Rudy Habibie

Menikah: adjust everything consciously, sincerely.