Postingan

Dari Masa ke Masa Part 2

Gambar
Dulu nggak pernah menerka-nerka bagaimana rasanya jauh dari sahabat. Sebab dulu ketika masih bersama rasanya semua berjalan alami. Tak ada kekhawatiran akan bersekat jarak satu sama lain. Dulu setiap harinya diawali dengan bangun sebelum shubuh, tentu dengan karakteristik bangun tidurnya masing-masing. Lalu beriringan melangkah ke masjid meski masih diselingi menguap atau kucekan mata. Gelapnya langit dan hawa dingin yang menjadi saksi langkah-langkah kecil kami, meski terkadang langkah-langkah besar, karena rupanya terlambat. Dan sebuah hari baru dimulai lagi, bersama. Kembali melakukan sederet aktivitas keseharian bersama-sama. Bukan aktivitas biasa. Kami, berbagai batu dengan asal yang berbeda-beda hendak dijadikan permata. Ditempa terus-menerus. Itulah tujuan kami ada disini, di Al Kahfi. Dulu memang diakhir kelas dua belas rasanya ingin segera kuliah. Menghitung hari kapan lulus dan wisuda dari Sekolah Menengah Atas. Yaa meskipun hari dihitung-hitung, tetap sa...

Carilah Hatimu di 3 Tempat

  Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata : اطلب قلبك في ثلاثة مواطن  عند سماع القرآن   وفي مجالس الذكر  وفي أوقات الخلوة   فان لم تجده في هذه المواطن  فسل الله أن يمن عليك بقلب فانه لا قلب لك “Carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al Fawaid 1/148)

Harus Kuat

Feeling tired with the hectic days And realize that the more you get older, life is also getting hard Actually i just need some hugs Need mom's hug.. Tapi, anak rantau harus kuat. Karena, pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Jika tidak ada bahu untu bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud.

Tak selalu Indah tapi Manis Ujungnya

Bila kau berpikir ini adalah jalan terindah bagi setiap penapaknya. Hanya bahagia tanpa pahit didapat. Hanya senang tanpa sedih didapat. Ketahuilah, jalan ini tidak seperti itu. Ya, aku tahu, kita tahu, jalan ini pastilah manis di ujungnya. Namun dalam prosesnya tak selalu mulus. Tak selalu sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Tak melulu sama dengan apa yang kita inginkan. Kita memang bisa merencanakan apa saja. Allah jua lah sebaik-baik pembuat rancangan. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"   (Q.S Al-Ankabut :2) Ya, karena keimanan tak hanya diucapkan. Sekeping hati dibawa berlari  Jauh melalui jalanan sepi  Jalan kebenaran indah terbentang  Di depan matamu para pejuang  Tapi jalan kebenaran  Tak akan selamanya sunyi  Ada ujian yang datang melanda  Ada perangkap menunggu mangsa  Akan kuatkah kaki y...

Cerita Hujan

Dalam diammu atau dalam sibukmu Dalam luang atau padatnya waktu Sejenak dengarlah hujan bercerita Tentang dirinya, yang akan tetap mengguyur bumi pada siklusnya Tak peduli kau akan mensyukuri atau mengeluhkan hadirnya Dengarkan ia bercerita tentang teman-temannya Tentang janji matahari yang tak pernah terlambat terbit dan terbenam Tak peduli meski kau merasa malam kurang panjang atau berharap pagi datang lebih cepat Tentang janji awan untuk setia menaungi kala mentari bersinar terik Tak peduli apakah kau memintanya atau tidak Tentang janji angin yang selalu hantarkan hembus kesejukan Tak peduli apa kau akan menyadari adanya atau acuh padanya Tetaplah menjadi dirimu Tak peduli meski apapun yang terjadi

Lingkungan yang Baik

Beberapa waktu lalu ketika umi menjenguk ke kosan, “ini kerupuk nggak dimakan mba?” , kata umi sambil menunjuk ke kerupuk palembang yang memang sudah lama tak kusentuh “udah melempem mi” , ujarku “Sini tau nggak caranya buat kerupuk melempem jadi keras lagi?, masukkin di sela-sela kerupuk yang keras” , kata ummi sembari memasukkan kerupuk melempem itu ke dalam toples kerupuk yang masih keras. Beberapa jam kemudian aku coba dan benar, kerupuk melempem jadi keras lagi. Waaah.. Yang ingin saya bicarakan sebenarnya bukan kerupuk palembang. Namun pentingnya lingkungan atau komunitas yang baik. Seperti kerupuk tadi, meskipun sudah melempem, namun dalam beberapa waktu dapat menjadi gurih kembali ketika berada diantara kerupuk yang masih keras dan gurih. Sebenarnya banyak contoh lainnya. Misalnya untuk mendinginkan minuman, taruh saja diantara es batu, untuk mengharumkan pakaian simpan saja diantara pewangi lemari, dan masih banyak lagi. Begitupun dengan diri kita. Menurut saya...

Bila

Bismillah.. Sebenarnya ingin meluangkan waktu lebih banyak untuk menulis malam ini, tetapi hari ini sedang banyak tugas serta harus mempersiapkan untuk tutorial, pretest dan praktikum esok hari. Di sela-sela belajar ini, saya ingin berbagi semangat dan ingin menyemangati diri sendiri. Ada sebuah lagu yang saya dapat delapan tahun silam ketika masa PETA (Pekan Ta'aruf) di Pesantren Terpadu Al Kahfi. Meski sederhana, sedikit banyak lagu ini menjadi bekal saya selama kurang lebih delapan tahun sampai saat ini. Dulu ketika menapaki hari-hari baru di Al Kahfi, kami menyanyikannya dengan riang. Hari ini saya ingin men- flashback kenangan itu. Bila engkau bercita-cita meraih masa depan gemilang tempa diri dengan seksama kerja keras sangat dipentingkan Bila kesulitan menghadang hadapi dengan senyuman pantang lelah dan keluh kesah bulatkan tekad terus berjuang Bila tubuh bersimbah keringat  hati tetap tenang dan lapang ibadah dan do'a dimantapkan hanya Allah ...