Dari Masa ke Masa Part 2
Dulu nggak pernah menerka-nerka bagaimana rasanya jauh dari sahabat. Sebab dulu ketika masih bersama rasanya semua berjalan alami. Tak ada kekhawatiran akan bersekat jarak satu sama lain. Dulu setiap harinya diawali dengan bangun sebelum shubuh, tentu dengan karakteristik bangun tidurnya masing-masing. Lalu beriringan melangkah ke masjid meski masih diselingi menguap atau kucekan mata. Gelapnya langit dan hawa dingin yang menjadi saksi langkah-langkah kecil kami, meski terkadang langkah-langkah besar, karena rupanya terlambat. Dan sebuah hari baru dimulai lagi, bersama. Kembali melakukan sederet aktivitas keseharian bersama-sama. Bukan aktivitas biasa. Kami, berbagai batu dengan asal yang berbeda-beda hendak dijadikan permata. Ditempa terus-menerus. Itulah tujuan kami ada disini, di Al Kahfi. Dulu memang diakhir kelas dua belas rasanya ingin segera kuliah. Menghitung hari kapan lulus dan wisuda dari Sekolah Menengah Atas. Yaa meskipun hari dihitung-hitung, tetap sa...