Semalam, suamiku mengajakku duduk berdua, dan seperti biasa, suamiku menasihatiku to the point. Aku merasa nasihat suamiku berharga, oleh karenanya akan kurangkum dalam beberapa poin utama: ATENSI Waktumu dalam sehari, hanya 24 jam. Porsi atensi yang digunakan untuk hal yang bukan prioritas atau hal yang kurang bermanfaat, akan semakin menjauhkanmu dari tujuan awal. Aku tidak mau atensi istriku ada pada kehidupan orang lain atau bahkan gosip selebgram, aku mau atensi istriku ada pada pengembangan diri dan keluarga, aku mau atensi istriku pada ilmu pengetahuan . DUKUNGAN Suamiku bilang: Kamu mau hidup santai seperti sekarang, aku dukung. Kamu mau susah payah mengejar cita-cita kamu juga aku dukung. Tapi jangan mengharapkan hasil yang berbeda dari proses. Hasil itu bergantung pada keputusan-keputusan kecil yang kamu buat setiap harinya. GROWTH MINDSET Growth mindset itu kalau dalam islam seperti husnuzhon. Kamu berusaha karena kamu yakin akan ada hal baik kalau kamu berusaha. ...
Kemarin malam saya dan Hani menyaksikan film Rudy Habibie . Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton, terutama untuk anak bangsa. Film ini menceritakan kisah hidup Habibie dari kecil hingga masa mudanya. Sebelumnya juga saya telah menonton serial Cinta Habibie di Mata Najwa Pelajaran yang bisa diambil dari kehidupan Rudy Habibie dalam film ini antara lain adalah: Pesan Ayahanda ketika Habibie masih berusia 5 tahun: " Lihat Rudy, mata air itu, indah bukan.. Jadilah seperti mata air, mata air yang jernih, yang bersih, jika mata air itu jernih maka tanah di sekelilingnya pun akan subur dan baik. Jika seseorang itu baik, maka orang-orang di sekelilingnya juga akan baik. Tetapi jika mata air itu kotor, keruh maka tanah sekelilingnya tidak akan baik." Pesan Ibunda ketika Habibie sedang dilanda masalah dan ingin pulang, “Rudy, mata air yang kotor jika diaduk-aduk akan tambah keruh. Sabar... Biarkan kotoran itu mengendap, hingga yang mengalir adalah yang jernih...
Refleksi 7 tahun pernikahan (jelang 8). Saya dan suami menikah karena teman sekolah dulunya. Sepakat menikah karena melihat karakter-karakter yang disukai dan kiranya cocok sebagai teman perjalanan. Visi kami menikah untuk membangun generasi islami dan berjuang di dunia agar dapat berkumpul kembali di surga kelak, lillahi ta'ala. Menyadari sepenuhnya bahwa menikah adalah ibadah terlama, jalan yang kami tempuh tentunya panjang. Bukan cinta yang sementara yang kami harap, namun cinta yang menetap dan senantiasa dirawat agar tumbuh subur. Bersyukur memutuskan menikah bukan dalam keadaan hati terlampau berbunga-bunga, melainkan melalui istikhoroh serta hati yang tenang; dengan mindful. Saat menjalani kehidupan rumah tangga, murni berisi syukur dan sabar. Syukur atas apa yang disenangi dan sabar atas apa yang tidak sesuai ekspektasi. Cinta adalah kata kerja, bukan sebatas rasa. Cinta adalah usaha untuk saling membentuk harmoni. Baik suami maupun istri, memiliki latar serta kebiasaan kel...
Komentar
Posting Komentar