Postingan

Fase Demi Fase

Fase demi fase terlewati begitu cepat.  Hari Sabtu 9 Mei, aku beserta tim PKM-Pengabdian mengadakan Penyuluhan Sadar Anemia. Hari itu juga langsung pergi ke Bandung untuk mengambil tikus penelitian dalam rangka PKM-Penelitian. Kembali ke Lampung Pukul 02.00 dini hari Senin 11 Mei. Dan hari Senin itu pula aku drop , menggigil dan demam selama kuliah dari pagi hingga sore. Aku mengecek darah ke lab. sore harinya sepulang kuliah, dan ternyata positif typus. Esok paginya, Selasa 12 Mei, aku langsung dijemput pulang. Sebuah fase aku jalani, yakni dirawat di Rumah Sakit di tengah kuliah yang sedang hectic . Entah ada apa denganku di perantauan ini. Tapi biar kuberitahu, sepanjang sejarah, aku baru dua kali dirawat di RS. Dan keduanya kualami ketika aku sedang menimba ilmu di bangku perkuliahan. Rindu aku yang dulu, aku yang selalu sehat. Sungguh indahnya nikmat sehat itu. Mungkin memang diriku yang belum baik dalam menjaga tubuh ini. Maafkan aku. Dia...

Inspirasi di Islamic Festival

Kemarin saya mengikuti serangkaian acara Islamic Festival dalam rangka Milad Birohmah Unila. Acara dimulai pukul 08.00, namun pukul 06.00 saya harus ke Natar terlebih dahulu untuk konsultasi dengan dokter Reni mengenai penyuluhan minggu depan. Alhasil meskipun saya telat 30 menit, saya menikmati taujih Ustadz Salim A. Fillah, penulis sekaligus mubaligh yang amat saya kagumi. Pengetahuannya tentang Siroh dan Tafsir yang begitu luar biasa diracik dengan keindahan sastra dalam tulisannya, menjadikan kalimat dalam setiap bukunya menjadi santapan yang menakjubkan. Bersyukur kali ini dapat mendengar beliau secara langsung. Ba’da zhuhur adalah acara Talkshow Keluarga yang diisi oleh Azhar Nurun Ala dan Vidia Nuarista, istrinya. Saya baru tahu mengenai Kak Azhar setelah diceritakan Idzni beberapa waktu silam. Beliau merupakan mahasiswa UI yang berasal dari Lampung.  Kak Azhar dari Lampung ke Depok, kalau aku dari Depok ke Lampung  -begitu kata Idzni ketika menceritak...

Memandang Hidup

Ada yang memandang hidup seperti air yang mengalir dari atap turun ke selokan, mengikuti aliran hingga ke hulu Ada yang memandang hidup seperti air hujan yang jatuh ke bumi, gembira riang untuk kemudin pasrah Ada yang memandang hidup seperti air yang menggenang di danau, bersantai saja Ada yang memandang hidup seperti hujan gerimis di hari yang cerah, membentuk pelangi Ada yang memandang hidup seperti butir air laut, menaruh harapan pada matahari untuk lekas melangit Ada pula yang memandang hidup seperti air yang berputar dikincir, memberdayakan diri untuk menerangi Ada yang diam, ada yang mencari, ada yang menemukan Hidup ini berarti karena tahu tujuan Hidup ini berarti karena berbagi Hidup ini berarti karena perjuangan Bandar Lampung, 29 April 2015 Dalam hujan siang hari by @hanifarania http://www.forumpenulismuda.com/memandang-hidup/

Penyuka Sejarah

Keluargaku penyuka sejarah Lebih tepatnya orangtuaku Jika kami pergi  ke toko buku Maka, tujuan pertama mereka adalah rak buku sejarah Bahkan ketika aku pertama kali masuk kedokteran Ummiku memberikanku sebuah buku berjudul  Sejarah Kedokteran di Bumi Indonesia Sebab karakternya yang historikal, Rekam jejak keluarga kami tersimpan amat lengkap Diary ummiku ketika remaja masih tersimpan Bahkan ummiku juga mengarsipkan surat cinta almarhum kakek dan nenekku Sebab kesukaannya terhadap sejarah, orangtuaku gemar bercerita Anak-anak mana yang tidak senang mendengarkan cerita Sebab kesukaannya terhadap sejarah, film sejarah menjadi santapan kami Dalam rak buku kami pun banyak buku bertemakan sejarah Aku juga suka membaca buku sejarah, especially encyclopedia of inventions  Selain tentang penemu, aku juga paling suka membaca biografi tokoh-tokoh besar dunia Berharap suatu hari aku termasuk di dalamnya Sebenarnya sejarah berada di...

My Best Day

Gambar
Hari ini kuliah padat sekali, dari pagi hingga ashar. Ba’da ashar, Aku, Nindri, Idzni, Hani, Sartika, dan Desti datang ke masjid Pondok Pesantren Mahasiswa Darul Hikmah untuk menghadiri kajian. Kajiannya tentang ‘Cinta karena Allah’ "Jika engkau memiliki sahabat yang selalu membantumu dalam ketaatan maka genggamlah erat-erat dan jangan pernah engkau lepaskan, karena mencarinya sangat susah dan melepaskannya sangat mudah" Kajian selesai pukul 17.45. Kami bergegas pergi mencari makanan untuk berbuka puasa. Aku dibonceng Hani, Nindri dengan Idzni, dan Desti dengan Sartika. Saat sudah hampir tiba di tempat makan yang sudah direncanakan, Mereka bertiga tidak berhenti, malah berbalik ke arah teluk. “mau buka dimana han?” , kataku. 10 menit kemudian, “mau kemana sih han, kok jauh amat?” , kataku. Hani tetap tidak menjawab. Mungkin mereka punya tempat makan recommended yang baru, pikirku. Azan maghrib berkumandang. Akhirnya kami berhenti di sebua...

Prosa Mini: Bunga-Bunga Cahaya Berkembangan

Malam yang dingin, Aku beranjak dari tempat dudukku, menyudahi kegiatan di depan laptop, menginput laporan kasus hari ini. Waktu menunjukkan pukul 20.00, belum terlalu malam untuk menikmati udara luar. Aku segera menyambar sweater merah mudaku dan bergegas keluar rumah. Hari ini adalah hari terakhirku di Nusa Tenggara Timur, tempatku mengabdi sebagai dokter PTT. Aku menyusuri jalan setapak, jalan yang harus kutempuh untuk menuju Danau Alo. Danau terindah yang ada di daerah ini. Danau yang dikelilingi oleh ratusan bunga anggrek berwarna mutiara, yang jika malam hari menjelma menjadi bunga-bunga cahaya berkembangan. Danau yang menjadi tempatku menepi dari kepenatan selama kurang lebih setahun ini. Aku menatap langit, bintang-bintang berserak dengan indah di langit gagah. Ada cahaya mungil mengelilingiku, sekelompok kunang-kunang cantik. Dua hal yang paling aku sukai sejak kecil, bintang dan kunang-kunang. Ini adalah hari spesialku. Kau pernah berkata, “Jika kau mendapati b...

Apakah Kau Pernah Merasakan

Apakah kau pernah merasakan Bagaimana bahagianya Saat seakan-akan kau baru pertama kali mendapat nasihat itu Padahal kau sudah pernah dengar sebelumnya Apakah kau pernah merasakan Bagaimana bahagianya Saat seakan-akan kau baru pertama kali mendengar hadits itu Padahal kau sudah pernah hafal sebelumnya Apakah kau pernah merasakan Bagaimana bahagianya Saat seakan-akan kau baru pertama kali mengerti tafsir itu Padahal kau sudah pernah mempelajarinya Apakah kau pernah merasakan Bagaimana bahagianya Saat seakan-akan kau baru pertama kali terpesona oleh siroh Rasulullah SAW Padahal kau sudah pernah membacanya Apakah kau pernah merasakan Bagaimana bahagianya Terharu oleh kasih sayang Allah Mungkin itulah yang saat ini aku rasakan Aku tidak bisa menjelaskannya Rasanya seperti kagum untuk yang pertama kalinya Padahal sebelumnya juga pernah kagum Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta berkali-kali Aku jatuh cinta pada islam berkali-kal...