Postingan

Big Moment in November: UKMPPD

Rencananya ingin menuliskan hal ini nanti, saat pengumuman kelulusan ( semoga Allah izinkan untuk lulus, aamiin ). Hanya saja berhubung  feel- nya belum hilang, aku coba abadikan saat ini saja, di penghujung November. Anak FK mana yang tidak deg-degan menghadapi UKMPPD. Ujian kompetensi nasional yang wajib diikuti oleh mahasiswa program profesi dokter untuk meraih gelar dokter. Tapi itulah hakikat kehidupan. Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, tanpa pengorbanan. Coass berakhir tepat di penghujung September, lalu officially lulus coass alias Yudisium Coass pada pertengahan Oktober. Hanya ada waktu 1 bulan untuk belajar intensif persiapan UKMPPD. Sebagian besar teman-teman memanggil guru les, sebagian kecil tidak. Aku bersama beberapa temanku termasuk sebagian kecil itu, mahal sebabnya. Ya meskipun saat coass sudah mulai mencicil mengerjakan soal, namun hanya sedikit-sedikit, belum intens. Jadilah selama sebulan itu (Oktober-November)  full mengej...

Pepatah Banyu dan Kica

Gambar
Tergoda untuk kembali membaca buku "Teman Imaji" yang ringan sekaligus menghibur ini. Dan halaman terakhir menjadi salah satu bagian favoritku.   Percakapan Banyu dan Kica. Hujan Bulan Desember. “Saya punya permainan.”  “Try me.”  “Judulnya tebak pepatah.”  “Peraturan?”  “Saya sebutkan satu pepatah. Kamu artikan.”  “Gampang! Pasti aku menang.”  “Seekor pungguk merindukan bulan.”  “Seseorang jatuh cinta, namun cintanya tak terbalas.”  “Tapi dunia ini selebar daun kelor.”  "Tapi dunia ini sempit."  “Sehingga dimana ada gula, pasti ada semut.”  “Sehingga dimana ada suatu kebaikan, banyak orang merubung.”  “Lalu, bagai mendapat durian runtuh.”  “Lalu seperti mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka.”  “Pucuk dicinta ulam pun tiba.”  “Apa yang diidam-idamkan akhirnya datang.”  “Api tidak jauh dari panggang.”  “Kenyata...

Coass in Memories

Gambar
Alhamdulillah, 1 tahun 7 bulan perjalanan coass berakhir september kemarin. Terima kasih ya Allah. Berakhirnya coass bersamaan dengan dimulainya musim hujan, Masya Allah. “ Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? ” (Q.S Ar-Rahman : 55) Terima kasih ya Allah atas kesempatan ini. Terima kasih umi abi telah menghantarkanku pada cita-cita ini. Dengan selesainya tahap coass ini, sebenarnya apa-apa yang menunggu di depan sana jauh lebih besar, jauh lebih sulit.  Tanggung jawab yang hendak dipikul juga akan lebih berat. UKMPPD (Ujian Kompetensi Program Profesi Dokter) sebentar lagi. Rasanya seperti hendak mengikuti SNMPTN untuk kedua kalinya! “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap.” (Q.S Al-Insyirah : 7-8) Sebesar apapun ujian itu, ada Allah yang Maha Besar, mampukan aku ya Allah, mampukan kami untuk lulus, one shot . Aami...

Sewindu

Hampir genap sewindu Sejak kau dan aku pertama kali berada pada satu titik temu Apa adanya, lugu, dan terkadang bisu Alir masih di hulu, perjalanan terjal berliku Namun harap yang terpatri seluas langit biru Masa bergulir mengikis ragu Sendu, haru, beriring beradu Nasihat mengalir luruskan keliru Diri bersimpuh memohon mengadu Hingga sampai di persimpangan waktu Berpisah kau dan aku Menjejak menuju ke arah yang baru Takut, malu, meski terkadang menggebu Berbekal sibuk tuk alihkan rindu Berbisik lirih pada sang Maha Tahu Duhai waktu, bilakah rindu berujung temu Ataukah takdir terukir sebagai masa lalu Sungguh Engkau Maha Tahu Dan aku tidak tahu

Big No for Harsh Word

Sebenarnya, saya paling tidak nyaman mendengar perkataan kasar atau kotor. Jika menurut keselamatan kerja definisi polusi suara adalah kebisingan di atas 85 desibel selama 8 jam, Bagi saya, polusi suara adalah ucapan kasar atau kata-kata kotor. Janganlah dulu membahas hadits nabi, secara pendengaran saja tidak enak di dengar, bener ngga sih? Kadang saya berpikir, orang-orang yang berkata kotor itu apakah hatinya nyaman saat mengatakannya? Apakah karena lingkungannya begitu keras? Apakah merasa keren? Apakah agar dapat diterima dalam pergaulan? Apakah kekinian? Ah semoga saja karena belum paham. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam.” (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah) Rasulullah Saw bersabda,  “ Amal yang paling dicintai Allah adalah menjaga lisan.” (HR. Al-Baihaqi) Rasulullah Saw bersabda ,“Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia sanggup memelihara lisannya.” (HR. Ath-T...

Teman Duduk Terbaik

Ada hal yang tidak tergantikan oleh zaman meskipun saat ini saya bisa saja dengan mudah mendapatkannya melalui gadget. Hal itu adalah buku-buku dalam wujud fisiknya, buku-buku yang tersusun dari kertas dengan tinta sebagai tulisannya. Pepatah arab mengatakan, khairul jaliisi al kitaab , sebaik-baik teman duduk adalah buku. Buku adalah teman duduk terbaik; menatapnya, menggenggamnya, membolak-balik halamannya, dan menghabiskan waktu dengannya merupakan hal yang menyenangkan dan tidak merugikan. Misalnya saja, terasa amat berbeda, mencari sumber belajar dari internet dan dari textbook. Bagi saya, jelas ilmu akan teringat lebih kuat apabila membaca textbook dibandingkan browsing di internet; pengalaman saat mencari halamannya, mencari paragrafnya, menggaris bawahi bagian penting, sampai merangkumnya di buku catatan. Pun buku pencerah jiwa, buku fiksi, maupun non-fiksi, kurang ergonomis jika dalam bentuk pdf atau soft copy, hehe, menggenggamnya dalam wujud buku ada...

Kembali, Perbaiki, dan Menangkan

Pada dasarnya, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri; diri yang malas, penuh keluh-kesah, lemah, dan tidak bersemangat. Pada hal-hal demikian, jangan mau dikalahkan, maka, menangkan! Apabila ada sinyal-sinyal turunnya semangat dalam diri kita, mungkin Allah sedang menegur kita, mencabut nikmat kita. Maka, kembalilah! Ingatlah, bahwa Allah selalu ada. Manusia seringkali tak mampu memberikan kesempatan kedua setelah dikecewakan. Tetapi Allah, selalu ada untuk hamba-Nya yang ingin kembali. Rabbii.. Astaghfiruka wa atubu ilaik.. Maka Allah seolah-olah memeluk kita, menjadi tempat bersandar dari pecahnya tangis kita. Luruskan niat dan perbaiki kekhusyu'an sholat; langkah pertama memperbaiki hidup kita. #notetomyself