Postingan

Sewindu

Hampir genap sewindu Sejak kau dan aku pertama kali berada pada satu titik temu Apa adanya, lugu, dan terkadang bisu Alir masih di hulu, perjalanan terjal berliku Namun harap yang terpatri seluas langit biru Masa bergulir mengikis ragu Sendu, haru, beriring beradu Nasihat mengalir luruskan keliru Diri bersimpuh memohon mengadu Hingga sampai di persimpangan waktu Berpisah kau dan aku Menjejak menuju ke arah yang baru Takut, malu, meski terkadang menggebu Berbekal sibuk tuk alihkan rindu Berbisik lirih pada sang Maha Tahu Duhai waktu, bilakah rindu berujung temu Ataukah takdir terukir sebagai masa lalu Sungguh Engkau Maha Tahu Dan aku tidak tahu

Big No for Harsh Word

Sebenarnya, saya paling tidak nyaman mendengar perkataan kasar atau kotor. Jika menurut keselamatan kerja definisi polusi suara adalah kebisingan di atas 85 desibel selama 8 jam, Bagi saya, polusi suara adalah ucapan kasar atau kata-kata kotor. Janganlah dulu membahas hadits nabi, secara pendengaran saja tidak enak di dengar, bener ngga sih? Kadang saya berpikir, orang-orang yang berkata kotor itu apakah hatinya nyaman saat mengatakannya? Apakah karena lingkungannya begitu keras? Apakah merasa keren? Apakah agar dapat diterima dalam pergaulan? Apakah kekinian? Ah semoga saja karena belum paham. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam.” (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah) Rasulullah Saw bersabda,  “ Amal yang paling dicintai Allah adalah menjaga lisan.” (HR. Al-Baihaqi) Rasulullah Saw bersabda ,“Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia sanggup memelihara lisannya.” (HR. Ath-T...

Teman Duduk Terbaik

Ada hal yang tidak tergantikan oleh zaman meskipun saat ini saya bisa saja dengan mudah mendapatkannya melalui gadget. Hal itu adalah buku-buku dalam wujud fisiknya, buku-buku yang tersusun dari kertas dengan tinta sebagai tulisannya. Pepatah arab mengatakan, khairul jaliisi al kitaab , sebaik-baik teman duduk adalah buku. Buku adalah teman duduk terbaik; menatapnya, menggenggamnya, membolak-balik halamannya, dan menghabiskan waktu dengannya merupakan hal yang menyenangkan dan tidak merugikan. Misalnya saja, terasa amat berbeda, mencari sumber belajar dari internet dan dari textbook. Bagi saya, jelas ilmu akan teringat lebih kuat apabila membaca textbook dibandingkan browsing di internet; pengalaman saat mencari halamannya, mencari paragrafnya, menggaris bawahi bagian penting, sampai merangkumnya di buku catatan. Pun buku pencerah jiwa, buku fiksi, maupun non-fiksi, kurang ergonomis jika dalam bentuk pdf atau soft copy, hehe, menggenggamnya dalam wujud buku ada...

Kembali, Perbaiki, dan Menangkan

Pada dasarnya, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri; diri yang malas, penuh keluh-kesah, lemah, dan tidak bersemangat. Pada hal-hal demikian, jangan mau dikalahkan, maka, menangkan! Apabila ada sinyal-sinyal turunnya semangat dalam diri kita, mungkin Allah sedang menegur kita, mencabut nikmat kita. Maka, kembalilah! Ingatlah, bahwa Allah selalu ada. Manusia seringkali tak mampu memberikan kesempatan kedua setelah dikecewakan. Tetapi Allah, selalu ada untuk hamba-Nya yang ingin kembali. Rabbii.. Astaghfiruka wa atubu ilaik.. Maka Allah seolah-olah memeluk kita, menjadi tempat bersandar dari pecahnya tangis kita. Luruskan niat dan perbaiki kekhusyu'an sholat; langkah pertama memperbaiki hidup kita. #notetomyself 

Teman Perjalanan

Setiap hendak melakukan perjalanan jauh sendiri (Jakarta-Lampung atau Lampung-Jakarta), saya selalu berdo’a. "Ya Allah, semoga orang yang duduk di sebelah saya orang baik, Aamiin" Kalau sedang naik pesawat sebenarnya tidak begitu masalah, karena Lampung-Jakarta hanya berdurasi 30 menit. Nah, kalau naik damri yang notabene 8 jam, seseorang di sebelah amat menentukan. Alhamdulillah, selama ini Allah selalu memberikan saya penjagaan dengan menempatkan orang-orang baik di sebelah saya. Terima kasih ya Allah. Dari kesemuanya, saya paling sering bersebelahan dengan ibu-ibu. Ibu-ibu yang hobi bercerita lebih spesifiknya. Jadi, sepanjang perjalanan, saya menghadapkan wajah saya ke si ibu demi menjadi pendengar dan sesekali dimintai pendapatnya. Senang sih, karena dengan hanya bermodalkan mendengar beberapa jam saja, saya bisa mengetahui kisah si ibu selama hidupnya, sekaligus menyimpulkan hikmah-hikmah kehidupan yang tersirat dalam cerita. Karena di awal...

Berproses

Saya sedikit banyak bersyukur dengan pressure yang diberikan pendidikan dokter ini. Saya dulunya memiliki ambang stress yang rendah. Masalah sepele dapat membuat stress, hal yang tidak sesuai sedikit stress, target tidak tercapai stress. Saat itu, sangat mudah terstimulasi untuk stress. Namun saat ini, karena banyak ditempa dan sering diuji dengan masalah-masalah complicated , lama-kelamaan ambang stress saya mulai meninggi. Sebanyak apapun tugasnya, tuntutannya, masalahnya, Alhamdulillah sudah bisa tenang dan kalem menghadapinya.  Sudah mulai sabar mengurainya satu per satu lalu menyelesaikannya. Selalu ada Allah tempat bersandar, menggantungkan harapan, dan meminta pertolongan, mengapa harus stress? Dan pelajaran itu Allah berikan di setiap fase kehidupan, perlahan-lahan. Allah ajarkan menaiki tangga itu sedikit demi sedikit. Terima kasih ya Allah atas kasih sayang dan pengajaran-Mu. Memang, semua hal di kehidupan ini butuh proses. Di dunia ini tidak...

Catatan Hati Seorang Hamba

Bismillah 1 tahun 2 bulan di Metro (Februari  2016-April 2017) menyisakan banyaaaaak kenangan yang tak dapat kutuliskan satu persatu. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Mungkin satu kata untuk menggambarkannya: I left my heart in Metro Kalau ditanya stase di RSAY yang paling berkesan: obgyn! Kalau ditanya stase di RSAY yang lebih berkesan dari obgyn: bedah! Kalau ditanya stase di RSAY yang lebih berkesan dari bedah: nda ada! Hehe Okay kembali ke kehidupanku saat ini di Bandar Lampung. Saat ini aku sedang menjalani Stase Ilmu Kedokteran Komunitas yang rasa-rasanya lebih mirip skripsi! Berkutat dengan surveilans, investigasi wabah, evaluasi program puskesmas, tugas manuscript, diagnosis komunitas, etc Ya Allah kuatkan akuuuu. Aamiin Hehe Sebenarnya aku menulis karena hatiku sedang bahagia. You know why? Because  today is the 1st day of Ramadhan! Ya Allah terima kasih telah mempertemukanku dengan bulan Ramadhan lagi. Semoga di Ramadhan kali ...